Pembangunan MASJID yang TERBENGKALAI di KARO

“Saya belum lama kenal Islam. Sampai sekarang belum pernah sholat berjamaah di Masjid kampung sendiri. Jumatan saja, kami harus jalan 10 Km ke kampung tetangga”, Pak Senang

  • Rp300.000.000

    Funding Goal
  • Rp6.115.000

    Funds Raised
  • 7

    Days to go
Raised Percent :
2.04%
Minimum amount is Rp0 Maximum amount is Rp0
,

admin YMN

8 Campaigns | 0 Loved campaigns

See full bio.

About the campaign creator

×
admin YMN
,
8 Campaigns | 0 Loved campaigns

Contact Info

Social Link

Description

“Saya belum lama kenal Islam. Sampai sekarang belum pernah sholat berjamaah di Masjid kampung sendiri. Jumatan saja, kami harus jalan 10 Km ke kampung tetangga”, Pak Senang

Pak Senang (40an), mualaf Kampung Rih Tengah. Sehari-hari bekerja garap kebun jagung. Ia mengenal Islam belum lama, sekitar 5 tahun yang lalu. Ia ingin sekali bisa merasakan nikmatnya sholat berjamaah di kampung sendiri.

Rih Tengah sendiri merupakan kampung minoritas muslim yang berada di kabupaten karo. Kira-kira berjarak 136 Km dari Kota Medan. Pada tahun 1980 an jumlah muslim di Rih Tengah hanya 10 KK dari 65 KK. Alhamdulillah kini, jumlahnya meningkat menjadi 46 KK dari 120 KK.

Berbeda dengan Muslim di perkotaan yang mudah jika ingin melaksanakan sholat jamaah di Masjid. Warga kampung Rih tengah sampai saat ini belum bisa merasakan karena tidak adanya masjid/mushola.

Jum’at an saja mereka harus berjalan sekitar 10 Km ke desa tetangga. Jika turun hujan, hal itu tidak bisa dilakukan, karena jalan keluar desa rusak, tanah liat dan khawatir tertimpa bebatuan dari tebing.

Selama ini aktivitas keagamaan seperti pengajian anak dan orang tua harus berpindah-pindah mengandalkan rumah warga yang memadai. Kondisi ini sungguh memprihatinkan. Terlebih sebagian dari mereka adalah mualaf, yang dari segi ilmu, ibadah dan pemahaman tentang Islam nya banyak yang belum memadai.

Hal ini menjadikan keberadaan Masjid menjadi penting sebagai pusat aktivitas keagamaan dan syiar Islam.

Alhamdulillah seorang warga tergerak mewaqafkan sebagian tanahnya. Pembangunan Masjid menemui titik terang. Bantuan lain juga datang dari proyek pembangkit listrik dalam bentuk bahan material untuk membangun pondasi masjid seluas 8×8 meter.

Masjid ini nantinya akan diberi nama Masjid Al-Ikhlas. Namun, kini pembangunan Masjid terhenti karena terkendala dana yang sudah habis.

Melihat kondisi ini, Masjid Nusantara mengajak sahabat semua untuk berkontribusi demi terwujudnya cita-cita mereka bisa memiliki masjid.

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

Sedikit saja yang kita infakkan di jalan Allah, insya Allah akan banyak manfaatnya untuk kita di dunia dan di akhirat

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Pembangunan MASJID yang TERBENGKALAI di KARO”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ID Name Email Amount
3298Lukman [email protected]
3147R. Dwi Kusumo [email protected]
3133Nabilah Ramadhini [email protected]
3026Nabilah Ramadhini [email protected]
3014Adit Kurniadi [email protected]
3012Edo anugrah [email protected]
3010Adit Kurniadi [email protected]
2974Ginanjar Julian Azizi [email protected]
2945tes [email protected]
2890Muhammad Ivan Suryadi [email protected]